Rabu, 29 Juni 2011

Ibu tahu semuanya

Ibu...

Aku tak pernah bilang seberapa sayangnya aku padamu...
Aku tak pernah bilang seberapa rindunya aku padamu...
Tapi Ibu tahu semuanya kan...?
Ibu pasti tahu semuanya...
Aku takpernah mengatakan betapa takutnya aku dengan kegelapan ini...
Namun Ibu tahu tentang ketakutan ku ini...
Aku tak pernah mengatakan betapa kesepiannya aku hidup sendiri...
Tapi ibu tahu tentang kesunyian ini...
Aku yakin Ibu tahu semua yang ku rasakan...

Ibu...

Aku takkan pernah mengatakan hal yang membuat mu gelisah...
Jangan ibu buang aku ketempat yang jauh...
Yang membuat mu sulit untuk mengingat ku...
Tanyalah kabar ku, Bu...
Aku takkan pernah memberikan kabar ku tanpa ibu bertanya,
Karena aku hanya butuh kabar Ibu saja...

Ibu...

Ketika suatu saat nanti dunia ini melemparku hingga aku terjatuh...
Tangkap aku dengan tangan mu, Bu...
Jika nanti dunia membuat ku menangis, hapuslah air mata ku...

Ibu...

Jangan tinggalkan aku dalam keramaian ini...
Yang membuat ku kehilangan jalan pulang ku...
Mataku mencari mu, berharap ibu datang membawa ku pulang...
Aku tidak akan pernah memperlihatkan kalau hatiku sedang bersedih...
Aku tidak akan pernah bilang tentang sesuatu yang ku rasakan...
Tapi Ibu tahu semuanya kan...?
Aku tidak pernah bilang aku tak bisa hidup tanpa kasih sayang ibu...
Tapi Ibu tahu semuanya kan...?
Ibu pasti tahu semuanya...

"jangan Takut"

ketakutan ku ini entah berawal dari mana. namun inilah yang sedang aku rasakan saat ini, sejak beberapa hari terakhir ini ketakutan ku ini kian menyiksa...

pada hari itu... tanggal itu... jam itu... aku diminta untuk menjadi sosok manusia yang sempurna, berwibawa, bertanggung jawab karena tuntutan sebuah profesi yang harus menuntutku menjadi yang terbaik, aku sudah berusaha bersikap demikian atau menurut kategori ku "yang terbaik" .inilah yang membuat ku semakin menutup mata akan kesalahan, bersikap seolah paling baik, paling sempurna, berwibawa dan sebagainya yang baik-baik.

namun siapa sangka ada ribuan orang bermuka palsu didepan ku... mereka bersikap baik kepada ku, memuji ku yang salah ini, yang begitu buruk didalam hati setiap orang yang ada didekat ku.
ribuan detik, ribuan jam serta ribuan hari ini berlalu dengan kepalsuan... pada suatu hari ada seseorang yang baru aku kenal dengan beraninya dia berbicara kepada ku.
"maap sebelumnya, jika saya boleh menyarankan kenapa harus begitu...??? kenapa tidak begini...??"

dengan lantang dia mengucap kata demi kata yang menjadi kalimat seakan-akan pedang yang menyayat-nyayat perasaanku, pikir ku dalam hati, kenapa dia seolah bersikap paling benar...? dia pikir dia siapa...?
kata-kata itu seakan menjadi darah yang terus mengalir dalam otakku, namun pada suatu malam, aku berbaring dalam kegelapan, begitu gelap sehingga aku tak dapat melihat diriku sendiri... dari situlah aku sadar jika orang yang baru ku kenal saja demikian bagaimana dengan orang yang ada didekat ku...? karena yang bisa menilai adalah orang lain.
aku mengambil inisiatif meminta teman-teman terdekatku memberikan kritikkan agar aku bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.
"teman-teman apa pendapat kalian tentang diriku ini...?"
setelah terlontar kata-kata itu, aku merasa sangat takut akan beberapa hal, intinya adalah aku takut dikritik...
Seorang mengatakan bahwa dia baru bisa marah kepada orang lain jika dia sudah kenal benar dengan orang itu. Kalau belum kenal dia tidak akan sekali- kali marah apalagi mengkritik. ” Karena saya care maka dari itu saya mengkritik.” Katanya sambil tersenyum.


Tapi terkadang memang kritikan tidak seenak menerima pujian. Kritikan terkadang lebih menekan di hati. Kritikan itu menyebalkan. Kritikan itu membuat gerun di hati. Tapi seharusnya kita sadar bahwa jika kita dikritik maka sebenarnya orang tersebut peduli dengan kita.
Lalu buat apa takut dikritik?
Apakah diri ini merasa sempurna sehingga takut dikritik?
Apakah diri ini merasa sudah baik sehingga anti teguran?
Atau apakah diri ini merasa tidak pernah berbuat salah lalu tak mau menerima bisik-bisik yang sedikit sakit?
Tenanglah, kritikan ini ingin membangunmu. Kritikan ini hanya teguran kecil ALLAH melalui tangan saudara- saudaramu. Kritikan ini tanda sayang saudaramu kepadamu seorang. Lalu buat apa takut dikritik?
Sungguh ALLAH menegur Rasulullah langsung dengan firman-Nya. Karena ALLAH sayang atas hamba-Nya. Karena ALLAH peduli akan hamba-Nya. Karena ALLAH tidak ingin hamba-Nya tersesat lebih dalam.

Jika engkau sayang maka kritikan adalah nasihat kecil,
Jika engkau cinta maka kritikan adalah motivasi pembuat semangat,
JIka engkau peduli maka kritikan adalah tausiyah pembangun jiwa,
JIka engkau perhatian maka kritikan adalah sumber pemahaman dan pengertian.
Lalu buat apa takut dikritik?

Selasa, 28 Juni 2011

"Dia" yang kehilangan

Rasa ikhlas kurasakan saat diriku sadar bahwa apapun yang kumiliki hanyalah titipan, saat kehilangan ia hanya dikembalikan...

Kehilangan...


Kalimat itu baru saja di rasakan oleh salah satu sahabat terbaikku, bagiku dia adalah orang yang paling tegar sedunia, Orang yang tegar sepertimu mempunyai kemampuan tinggi untuk menerima kenyataan. Mungkin karena aku yang terlalu egois, yang tak mau orang yang ku sayangi pergi meninggalkan ku. sungguh Dia orang yang paling iklas, Dia sahabat yang benar-benar menghargai sahabatnya. Dia adalah orang pilihan, Allah hanya memberi cobaan pada orang yang bisa melaluinya dan kuat dalam melewatinya, Hari ini 28 Juni 2011 dia kehilangan Papanya. Kuatkanlah Dia ya Allah... di hadapan kami senyumnya masih terlihat manis menyambut kedatangan kami, namun aku tahu dibalik senyum itu telah terukir kehilangan yang mendalam di wajahnya. Kau benar-benar orang yang kuat sahabatku, Orang yang kuat adalah orang yang sanggup mengendalikan emosinya, kau sanggup memperlihatkan senyummu pada kami, dan menahan air mata mu...

Bersabarlah kawan, hingga ketidaksabaran itu lelah mengikuti mu...

Ya Allah tak banyak yang ku pinta, aku tahu semuanya akan kembali pada-Mu, namun aku ingin jika sudah saatnya orang tua ku Engkau panggil berilah kekuatan dan keikhlasan padaku, namun satu harapanku ketika saatnya mereka pergi, aku sudah memiliki pengganti mereka yang akan membimbing ku setelah mereka tiada, yaitu “Suamiku”

Apapun yang telah menjadi kehendak-Nya hendaklah kita terima, karna Dia tahu yang terbaik untuk kita... yang hilang biarlah hilang Insya Allah akan digantikan dengan Seribu kenikmatan yang lain “patah tumbuh hilang berganti”.

Rabu, 01 Juni 2011

Cinta di Fisika



Sejauh apa pun jarak antara kita, tak akan bisa membuatku jauh dari mu... biarlah aku melintasi relativitas waktu ini untuk bisa bertemu dengan mu... setiap gerak yang ku lakukan tak pernah ada perpindahan. Mungkin ini adalah dinamika kehidupan yang akan selalu ada. Sebesar apapun usaha yang ku lakukan untuk membenci mu, namun aku tak pernah bisa. Ketika aku sedang mencari satu alasan untuk membenci mu, selalu datang seribu alasan untukku mencintai mu.

Bagiku kau pelangi yang indah...

Kau bagaikan cahaya dalam hidupku yang selalu menerangi ku, kau seperti magnet yang selalu membuat ku tertarik, semua tentang mu, senyum mu, suara mu yang selalu memberikan getaran dalam jiwa ku. Aku terbawa arus cinta ini dan terombang-ambing gelombang penantian. Namun Kau hanyalah fatamorgana untuk ku, kini aku hanya bisa menunggu waktu itu tiba...

Cinta adalah komposisi rasa yang ada dalam hati, yang meradiasikan gelombang cahaya yang berbeda pada tiap insan yang merasakannya. Spektrum cinta beraneka warna dan memiliki panjang gelombang yang tidak sama, serta berasal dari dimensi ruang dan waktu yang berbeda.

Tidak ada aturan dalam cinta seperti aturan angka penting...

aku tak pandai dalam Fisika, aku tak bisa menghitung berapa lama waktu yang ku butuhkan untuk bisa meraih mimpi-mimpi ku...