Selasa, 28 Juni 2011

"Dia" yang kehilangan

Rasa ikhlas kurasakan saat diriku sadar bahwa apapun yang kumiliki hanyalah titipan, saat kehilangan ia hanya dikembalikan...

Kehilangan...


Kalimat itu baru saja di rasakan oleh salah satu sahabat terbaikku, bagiku dia adalah orang yang paling tegar sedunia, Orang yang tegar sepertimu mempunyai kemampuan tinggi untuk menerima kenyataan. Mungkin karena aku yang terlalu egois, yang tak mau orang yang ku sayangi pergi meninggalkan ku. sungguh Dia orang yang paling iklas, Dia sahabat yang benar-benar menghargai sahabatnya. Dia adalah orang pilihan, Allah hanya memberi cobaan pada orang yang bisa melaluinya dan kuat dalam melewatinya, Hari ini 28 Juni 2011 dia kehilangan Papanya. Kuatkanlah Dia ya Allah... di hadapan kami senyumnya masih terlihat manis menyambut kedatangan kami, namun aku tahu dibalik senyum itu telah terukir kehilangan yang mendalam di wajahnya. Kau benar-benar orang yang kuat sahabatku, Orang yang kuat adalah orang yang sanggup mengendalikan emosinya, kau sanggup memperlihatkan senyummu pada kami, dan menahan air mata mu...

Bersabarlah kawan, hingga ketidaksabaran itu lelah mengikuti mu...

Ya Allah tak banyak yang ku pinta, aku tahu semuanya akan kembali pada-Mu, namun aku ingin jika sudah saatnya orang tua ku Engkau panggil berilah kekuatan dan keikhlasan padaku, namun satu harapanku ketika saatnya mereka pergi, aku sudah memiliki pengganti mereka yang akan membimbing ku setelah mereka tiada, yaitu “Suamiku”

Apapun yang telah menjadi kehendak-Nya hendaklah kita terima, karna Dia tahu yang terbaik untuk kita... yang hilang biarlah hilang Insya Allah akan digantikan dengan Seribu kenikmatan yang lain “patah tumbuh hilang berganti”.