Rabu, 01 Juni 2011

Cinta di Fisika



Sejauh apa pun jarak antara kita, tak akan bisa membuatku jauh dari mu... biarlah aku melintasi relativitas waktu ini untuk bisa bertemu dengan mu... setiap gerak yang ku lakukan tak pernah ada perpindahan. Mungkin ini adalah dinamika kehidupan yang akan selalu ada. Sebesar apapun usaha yang ku lakukan untuk membenci mu, namun aku tak pernah bisa. Ketika aku sedang mencari satu alasan untuk membenci mu, selalu datang seribu alasan untukku mencintai mu.

Bagiku kau pelangi yang indah...

Kau bagaikan cahaya dalam hidupku yang selalu menerangi ku, kau seperti magnet yang selalu membuat ku tertarik, semua tentang mu, senyum mu, suara mu yang selalu memberikan getaran dalam jiwa ku. Aku terbawa arus cinta ini dan terombang-ambing gelombang penantian. Namun Kau hanyalah fatamorgana untuk ku, kini aku hanya bisa menunggu waktu itu tiba...

Cinta adalah komposisi rasa yang ada dalam hati, yang meradiasikan gelombang cahaya yang berbeda pada tiap insan yang merasakannya. Spektrum cinta beraneka warna dan memiliki panjang gelombang yang tidak sama, serta berasal dari dimensi ruang dan waktu yang berbeda.

Tidak ada aturan dalam cinta seperti aturan angka penting...

aku tak pandai dalam Fisika, aku tak bisa menghitung berapa lama waktu yang ku butuhkan untuk bisa meraih mimpi-mimpi ku...